Di Chonburi, kerbau juga dinilai dari dandanannya
Pada 2026 balap kerbau Chonburi digelar untuk ke-155 kalinya, dan balapannya sendiri baru berlangsung di hari terakhir dari sembilan hari festival.
Di balap kerbau Chonburi, selain kecepatan, kerbau juga diberi skor untuk postur, kesehatan, dan hiasan dari pemiliknya, dan hari penutupan diisi lomba ketapel dan panjat pinang.
Lintasannya tanah padat sepanjang sekitar 100 meter. Tahun 2026 festival ini digelar untuk ke-155 kalinya, 17–25 Oktober, di lapangan depan kantor distrik Mueang Chonburi dan kantor pemerintah provinsi. Selama sembilan hari ada muay thai, catur Thailand, dan lomba mewarnai patung kerbau dari gips, dan balapannya sendiri baru berlangsung di hari terakhir, setelah arak-arakan pedati dari berbagai distrik.
Tidak ada catatan tertulis tentang awal mulanya. Sejarawan setempat menduga tradisi ini lahir saat Chonburi menjadi pusat dagang Thailand timur: petani dan pedagang datang dengan pedati kerbau, memarkirnya di dekat pasar, lalu menambatkan kerbau untuk beristirahat atau dimandikan. Sebelum pulang di akhir masa retret musim hujan umat Buddha, sebagian dari mereka iseng mengadu kecepatan kerbaunya, dan kebiasaan itu menjadi acara tahunan. Balapan pertama kemungkinan digelar di Wat Luang, kini Wat Yai Inthraram, dan festival masih dibuka di sana dengan penghormatan kepada Raja Taksin. Tanggal tradisionalnya hari ke-14 dan ke-15 bulan naik pada bulan ke-11 kalender lunar, tepat setelah musim tanam padi.
Ang Sila, di pesisir selatan kota Chonburi, terkenal karena lumpangnya. Dulu tempat ini bernama Ang Hin, dari cekungan besar granit dan batu pasir di sana. Granit setempat keras, berurat putih dan kuning, dan selepas Perang Dunia II para migran Tionghoa mulai memahatnya menjadi lumpang dan alu, batu gilingan, serta patung yang dijual ke seluruh Thailand. Pasar lamanya berdiri sejak 1876 dan pernah dikunjungi Raja Chulalongkorn; kepiting, udang, dan ikan di lapaknya sebagian besar ditangkap di Teluk Bangkok.
Lebih ke selatan menyusuri pantai ada Si Racha. Sriraja Panich, salah satu saus cabai paling terkenal di Thailand, dinamai dari kota ini dan sudah dibotolkan sejak 1930-an. Di lepas pantainya, di Ko Si Chang, sebuah kediaman kerajaan di tepi laut dibangun pada 1889 di masa Raja Chulalongkorn (Rama V). Kediaman itu ditinggalkan saat krisis dengan Prancis tahun 1893, dan sejak 2004 dipugar oleh Universitas Chulalongkorn menjadi museum.
Tiket dan transportasi yang bisa dipesan
Tautan di bawah adalah tautan afiliasi: jika kamu memesan lewat tautan ini, VoucherData bisa menerima komisi. Harga yang kamu bayar tetap sama.
Bangkok–Pattaya
Transfer bersama Bangkok–Pattaya
Transfer bersama dari hotel ke hotel antara Bangkok dan Pattaya. Satu koper (maks. 20 kg) plus satu tas tangan per orang; pesanan dikonfirmasi dalam 24 jam.
Lihat paketPattaya
Tiket Sanctuary of Truth, Pattaya
Sanctuary of Truth yang seluruhnya dari kayu. Masuk siang 08.00–18.00 (masuk terakhir 17.00), ada sesi malam terpisah; sisihkan 2–3 jam.
Lihat harga
Sumber



