Patung Maria yang terdampar pada 1510 masih diarak setiap Jumat Agung
Panduan terkait: Semana Santa Larantuka 2027
Larantuka adalah kota pelabuhan di Flores Timur yang setiap tahun, sepekan sebelum Paskah, menggelar ritus Katolik bertradisi Portugis yang disebut Semana Santa. Sampai sore Jumat Agung 2024, sebanyak 7.693 peziarah sudah tiba. Kebanyakan Katolik, tetapi ada juga yang Protestan, Buddha, Hindu, dan Muslim.
Menurut tradisi, pada 1510 seorang anak bernama Resiona melihat penampakan Bunda Maria di pantai, lalu menemukan patung kayu Maria yang terdampar, kemungkinan besar dari kapal Portugis yang karam. Sekitar 50 tahun kemudian misionaris Dominikan Portugis tiba dan bersama warga mulai mengarak patung yang disebut Tuan Ma itu pada Pekan Suci.
Pada Kamis Putih, Raja Larantuka membuka pintu Kapela Tuan Ma, dan umat antre untuk mencium patung. Antrean berlanjut sampai dini hari Jumat Agung.
Pada pagi Jumat Agung, patung Tuan Meninu dibawa dari kapela di pesisir Rowido ke berok, perahu kayu tanpa mesin. Tiap perahu diawaki lima orang, tiga pendayung dan dua pengarah, dan banyak yang ikut untuk menunaikan nazar (permesa). Iring-iringan perahu mengantar patung sampai mendarat di Pantai Kuce.
Prosesi malam berangkat dari Gereja Katedral. Sambil membawa lilin, umat mengarak Tuan Ana dan Tuan Ma keliling kota dan berhenti di titik-titik yang disebut armida. Pada 2017 rutenya sekitar 6 km dan berlangsung sampai Sabtu pagi.
Panduan lengkap festival ini
Semana Santa Larantuka 2027: prosesi Jumat Agung 26 Maret di ujung timur Flores
Panduan lengkap: tanggal, transportasi, dan yang bisa dipesan →



