Sebelum Rambu Solo', yang meninggal masih dianggap sakit
Panduan terkait: Rambu Solo' Toraja 2027
Tanggal Rambu Solo' ditentukan tiap keluarga, dan upacara baru digelar setelah dana dan tenaga siap, kadang setelah bertahun-tahun menunggu. Kebanyakan jatuh pada musim kemarau setelah panen. Upacaranya di Tana Toraja, dataran tinggi Sulawesi Selatan, yang dicapai dari Makassar.
Sebelum upacara, jenazah diawetkan dengan formalin dan air lalu disemayamkan di rumah. Keluarga menganggap almarhum sebagai orang sakit (to makula'), membawakan makanan, teh, dan rokok, dan duduk mengajaknya bicara. Dalam kepercayaan Toraja, seseorang belum benar-benar meninggal sebelum Rambu Solo' digelar.
Rambu Solo' berarti "upacara asap yang turun". Upacara ini biasanya digelar di depan tongkonan, rumah leluhur keluarga, dan bisa berlangsung seminggu atau lebih.
Kerbau dipercaya membawa arwah ke Puya, alam arwah. Makin dihormati almarhum, makin banyak kerbau yang disembelih, kadang sampai ratusan ekor dalam satu upacara, dan dagingnya dibagikan kepada para tamu.
Jenazah tidak dikubur di tanah, tetapi diletakkan di lubang yang dipahat di tebing atau di dalam gua. Di Londa, kuburan gua sekitar 7 km di selatan Rantepao, makin tinggi letak peti (erong), makin tinggi status orang yang dimakamkan.
Panduan lengkap festival ini
Rambu Solo' Toraja 2027: perkiraan Juli–Agustus, cara menghadiri pemakaman dengan hormat
Panduan lengkap: tanggal, transportasi, dan yang bisa dipesan →



