Sepasang geta Gujo Odori dari satu bilah kayu hinoki
Di Gujo Hachiman, kota kastel di pegunungan Gifu, tarian Bon digelar lebih dari tiga puluh malam dari pertengahan Juli sampai awal September.
Geta yang dipakai untuk menari Gujo Odori dibuat dari kayu hinoki setempat, sepasang dipahat dari satu papan tanpa sambungan lem. Pada 13–16 Agustus ada tarian semalam suntuk, empat malam yang berlangsung sampai fajar, dan seluruh lingkaran menjaga irama lewat bunyi geta kayu yang menghentak jalan.
Gujo Odori, tarian Bon kota ini, digelar lebih dari tiga puluh malam antara pertengahan Juli dan awal September, di lingkungan yang berbeda setiap malam. Para pemusik duduk di panggung beroda berbentuk rumah kecil, bernyanyi dan memainkan seruling serta taiko, sementara orang di jalan membentuk lingkaran dan menari mengitarinya, berganti gerakan setiap kali lagunya berganti. Wisatawan boleh langsung ikut masuk.
Gujo Hachiman terletak di pegunungan Prefektur Gifu. Sungai Yoshida mengalir melewati tengah kota dan bertemu Sungai Nagara di sebelah selatan. Banyak jalan punya kanal sempit di satu sisinya, airnya cukup jernih sampai batu di dasarnya terlihat, dan setiap beberapa langkah ada lempeng batu atau jembatan pendek yang menyeberang ke pintu rumah. Di bukit sebelah utara berdiri Kastel Gujo Hachiman, yang menara utamanya dibangun ulang dari kayu pada 1933.
Di pusat kota ada Sogi-sui, mata air yang dinamai dari penyair renga Iio Sogi yang pernah singgah di sini pada abad ke-15; mata air ini masuk daftar seratus sumber air ternama Jepang. Di dekatnya, Igawa Komichi adalah jalan setapak berlapis batu di samping kanal yang penuh ikan koi. Beberapa rumah masih menyimpan mizubune, bak air bertingkat: air di bak paling atas untuk minum, yang berikutnya untuk mencuci sayur, yang paling bawah untuk mencuci piring, dan butir nasi yang terbawa dari mangkuk hanyut ke ikan di bawahnya.
Sungai Yoshida dan Nagara terkenal dengan ikan ayu, yang di musim panas dibumbui garam, ditusuk bambu, dan dibakar utuh di rumah-rumah makan setempat. Banyak replika makanan plastik di etalase restoran Jepang dibuat di Gujo Hachiman, dan bengkel-bengkel di kota ini mengajak wisatawan membuat sendiri sepotong tempura atau sebongkah selada: lilin hangat dituang ke air, dan saat mendingin lilin itu menggulung menjadi bentuk daun.
Sumber



