Thailand · Boon Khao Pradap Din
Boon Khao Pradap Din 2027: perkiraan 31 Agustus, sesaji bungkus daun di tanah Isan untuk arwah
Sekilas
- Tanggal
- Berikutnya: 31 Agu 2027 (perkiraan)
- Lokasi
- Kuil dan desa di seluruh Isan, tanpa satu lokasi utama
- Cara ke sana
- Tidak dicantumkan
- Biaya
- Tanpa tiket dan tanpa reservasi
- Batasan
- Di kuil, bahu dan lutut wajib tertutup
Edisi 2026 sudah berlangsung
Tanggal terakhir dicek: 13 Okt 2026
Tentang festival

Sesaji berbungkus daun di persimpangan, untuk arwah yang tak diurus siapa pun
Khao pradap din berarti nasi yang menghias tanah. Harinya jatuh pada hari ke-14 bulan susut di bulan kesembilan kalender lunar Thailand. Warga Isan membungkus sesaji dengan daun pisang atau menaruhnya di krathong kecil, lalu meletakkannya di tanah atau menggantungnya.
Sesaji ini bukan untuk biksu. Sesaji ditujukan kepada arwah gentayangan tanpa keluarga, dalam bahasa Thai disebut sampawesi, yang menurut kepercayaan rakyat hanya bisa makan sesaji, dan juga kepada leluhur keluarga. Menurut tradisi, sesaji ditaruh pada malam hari di sekitar kuil, di persimpangan jalan, dan di pemakaman.
Sebulan kemudian, pada bulan lunar kesepuluh, Isan menggelar Bun Khao Sak, dan kali ini jasa disalurkan lewat biksu. Otoritas Pariwisata Thailand menyebut kedua festival ini sebagai tradisi berbuat jasa khas Isan.
Pemesanan
Tautan di bawah adalah tautan afiliasi: jika kamu memesan lewat tautan ini, VoucherData bisa menerima komisi. Harga yang kamu bayar tetap sama.
Harga dan rating dicek 13 Okt 2026
Internet
eSIM 5G Thailand (AIS)
Data tanpa batas di jaringan AIS. Ponsel harus mendukung eSIM; aktifkan di aplikasi Klook sebelum berangkat. Refund penuh jika dibatalkan sebelum tersambung.
Lihat paket
Detail
Sesaji ditaruh antara malam dan sebelum fajar, dengan jam yang berbeda di tiap kuil, jadi tanyakan dulu dan bersiaplah berangkat saat masih gelap.
Nama dan tradisinya
Boon Khao Pradap Din adalah festival berbuat jasa di Isan, timur laut Thailand. Pradap din berarti menghias tanah: sesaji dibungkus daun pisang atau ditaruh di krathong kecil, lalu diletakkan di tanah atau digantung di dahan.
Tanggal dan kalender lunar
Tanggalnya adalah hari ke-14 bulan susut pada bulan kesembilan kalender lunar Thailand, jadi bergeser setiap tahun, biasanya antara akhir Agustus dan pertengahan September. Jangan memakai tanggal Masehi satu tahun untuk tahun berikutnya.
Untuk siapa sesajinya
Sesaji terutama untuk arwah gentayangan tanpa keluarga, yang menurut kepercayaan rakyat hanya bisa makan sesaji, jadi makanan langsung ditaruh di tanah tanpa melalui biksu. Leluhur keluarga juga menerima jasanya.
Bun Khao Sak pada bulan kesepuluh berbeda: makanan dipersembahkan kepada biksu, lalu jasanya disalurkan kepada yang telah meninggal.
Lokasi: tanpa satu pusat acara
Kuil dan desa di seluruh Isan menggelarnya sendiri, jadi tidak ada lokasi utama dan tidak ada jadwal bersama. Pilih satu tempat, menginaplah di dekatnya, lalu pastikan jamnya ke kuil saat tiba.
Waktu menaruh sesaji
Menurut tradisi sesaji ditaruh pada malam hari hingga sebelum fajar, jadi kamu harus berangkat saat masih gelap. Ini ritual untuk yang telah meninggal, bukan pertunjukan, dan menonton berarti berdiri tenang sepanjang ritual.
Waktu, penginapan dan biaya
Waktu: tiba sebelum fajar, setelah menanyakan jam kuil sehari sebelumnya.
Penginapan: menginaplah dekat kuil atau desa yang ingin kamu datangi supaya tidak perlu menempuh perjalanan jauh dalam gelap, dan cek rutenya malam sebelumnya.
Biaya: tidak ada tiket dan tidak perlu reservasi.
Untaian bambu di Ban Kutwa, Kalasin
Untuk melihat sesaji buatan tangan dari festival Isan ini, Desa Budaya Phu Thai Ban Kutwa di Distrik Kuchinarai, Kalasin, adalah pusat belajar untaian bambu Malai Mai Phai. Menurut Otoritas Pariwisata Thailand, warga menggantungkan buah, camilan, dan uang kertas pada untaian itu sebagai persembahan untuk biksu saat Boon Khao Pradap Din dan Bun Khao Sak.
Etika dan pakaian
Jaga ketenangan dan melangkah hati-hati. Bungkusan daun di tanah adalah sesaji, jadi jangan diinjak, dipindahkan, atau diambil.
Pastikan foto tidak mengganggu orang yang sedang berbuat jasa, dan jangan memakai lampu kilat. Tutup bahu dan lutut di dalam kuil.
Perlu diketahui
- Lokasi
- Kuil dan desa di seluruh Isan, timur laut Thailand, menggelarnya sendiri-sendiri tanpa satu lokasi utama
- Tradisi
- Sesaji dibungkus daun pisang atau ditaruh di krathong kecil, lalu diletakkan di tanah atau digantung, menurut tradisi pada malam hari
- Untuk siapa
- Leluhur dan arwah gentayangan tanpa keluarga yang menyajikan makanan, yang dipercaya hanya bisa makan sesaji
- Festival terkait
- Bun Khao Sak menyusul pada bulan lunar kesepuluh. Otoritas Pariwisata Thailand menyebut keduanya tradisi berbuat jasa khas Isan
- Biaya dan reservasi
- Tradisi berbuat jasa di kuil dan desa, tanpa tiket dan tanpa reservasi
Tanya Jawab
4
Mengapa makanan diletakkan di atas tanah?
Sesaji itu untuk leluhur dan arwah gentayangan tanpa keluarga, yang menurut kepercayaan rakyat hanya bisa makan sesaji. Karena itu sesaji ditaruh di tanah atau digantung, sering di persimpangan jalan dan pemakaman.
Di mana bisa melihat Boon Khao Pradap Din?
Di kuil dan desa di seluruh Isan, tanpa lokasi utama yang tetap. Pilih satu tempat, lalu tanyakan jamnya ke kuil setempat.
Bolehkah datang tanpa membawa sesaji?
Boleh. Ini tradisi berbuat jasa di kuil dan desa tanpa tiket, dan penonton boleh datang dengan tangan kosong asalkan tetap tenang.
Apa bedanya dengan Bun Khao Sak?
Boon Khao Pradap Din jatuh pada bulan lunar kesembilan, dan sesajinya langsung ditaruh di tanah untuk para arwah. Bun Khao Sak jatuh pada bulan kesepuluh, dan jasanya disalurkan lewat biksu. Otoritas Pariwisata Thailand menyebut keduanya tradisi berbuat jasa khas Isan.
Baca selanjutnya